Pandangan Islam Tentang Kebetulan

Dalam Islam, tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Semua telah diatur oleh Allah dengan penuh hikmah dan ketetapan-Nya.

Pernahkah kamu mendengar seseorang berkata, “Wah, kebetulan banget ya!”? Padahal kalau ditelaah dari pandangan Islam, tidak ada satu pun hal di dunia ini yang benar-benar terjadi karena kebetulan.

Pandangan Islam Tentang Kebetulan

Islam mengajarkan bahwa setiap kejadian sudah berada dalam pengetahuan dan kehendak Allah SWT. Apa pun yang kita sebut “kebetulan”, sejatinya adalah bagian dari takdir yang telah ditetapkan sejak sebelum makhluk diciptakan.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

"مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَا ۗاِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌۖ
Tidak ada bencana (apa pun) yang menimpa di bumi dan tidak (juga yang menimpa) dirimu, kecuali telah tertulis dalam Kitab (Lauhulmahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah. (QS: Al-Hadid [57]:22)"

Tafsir ayat tersebut:

Usai menjelaskan karunia-Nya kepada orang memohon ampunan, Allah menerangkan bahwa semua yang terjadi di alam ini merupakan ketetapan Allah yang tertulis di Lauh Mahfuz. Setiap bencana yang menimpa di bumi, seperti gempa, banjir, erupsi, dan lainnya, dan demikian pula bencana yang menimpa dirimu sendiri, seperti sakit, kecelakaan, dan lainnya, semuanya telah tertulis dalam Kitab yang disebut Lauh Mahfuz sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu, yaitu semua yang terjadi, sangat mudah bagi Allah. (Tafsir ringkas Kemenag)

Ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu sudah tercatat, bahkan sebelum terwujud dan sebelum manusia diciptakan. Jadi, istilah “kebetulan” hanyalah cara manusia memandang sesuatu yang di luar perhitungannya, bukan di luar kehendak Allah SWT.


Tidak Ada yang Kebetulan Dalam Takdir Allah SWT

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

"وَتَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ وَأَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ
Hendaklah engkau tahu bahwa sesuatu yang ditakdirkan akan menimpamu, tidak mungkin luput darimu. Dan segala sesuatu yang ditakdirkan luput darimu, pasti tidak akan menimpamu.” (HR. Ahmad 5/185)"

Hadis ini menegaskan bahwa semua kejadian — baik yang kita anggap untung, sial, bahagia, atau sedih — telah ditentukan oleh Allah SWT. Tidak ada yang berjalan tanpa izin-Nya. Maka, “kebetulan” sejatinya hanyalah cara manusia melihat aturan / kehendak Allah SWT yang tak kasat mata.


Belajar Melihat Hikmah di Balik Setiap Kejadian

Bagi seorang Muslim, memahami bahwa tidak ada yang kebetulan membuat hati lebih tenang. Kita belajar untuk tidak sombong ketika mendapat nikmat, dan tidak putus asa saat menghadapi ujian.

"لِّكَيْلَا تَأْسَوْا عَلٰى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوْا بِمَآ اٰتٰىكُمْ ۗوَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۙ
(Yang demikian itu kami tetapkan) agar kamu tidak bersedih terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS: Al-Hadid [57]:23)"

Tafsir ayat tersebut:

Kami beritahukan hal tersebut agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak dapat kamu capai, dan jangan pula terlalu gembira dan sombong terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan ketahuilah, Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri dengan kelebihan atau anugerah yang Dia karuniakan. (Tafsir ringkas Kemenag)

Ketika seseorang bertemu jodohnya di waktu yang tak disangka, mendapatkan rezeki dari arah yang tidak terduga, atau selamat dari bahaya, semua itu adalah bagian dari skenario Allah SWT. Bukan kebetulan, tapi ketetapan penuh hikmah.


Pelajaran Buat Kita

Dalam pandangan Islam, kebetulan itu tidak ada. Segala sesuatu terjadi karena kehendak Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Mengatur. Maka, daripada berkata “kebetulan”, lebih tepat jika kita mengatakan, “Ini sudah kehendak Allah SWT.”

  • Semua yang terjadi — baik buruk, sedih gembira, menderita dan bahagia sudah menjadi ketetapan-Nya bahkan sebelum kita diciptakan.
  • Terhadap ketetapan Allah SWT yang sudah tertulis, ada yang bisa kita pilih secara bebas dan ada yang tidak.
  • Agar dapat memilih secara tepat dan menguntungkan baik dari sisi dunia akhirat, maka kita harus selalu mengacu kepada pedoman yang Allah SWT berikan yaitu Al-Qur'an dan Hadist.
  • Jika kita salah pilih, maka kita harus mohon ampun kepada Allah SWT dan minta untuk diberikan petunjuk agar dapat memilih lagi sesuatu yang diridhoi-Nya

Semoga kita semua semakin yakin bahwa setiap peristiwa dalam hidup — sekecil apa pun — adalah bagian dari takdir yang penuh makna. Wallahu A'lam Bissawab hanya Allah SWT-lah yang Maha Tahu kebenarannya


Diskusi